Kenapa Awal Ramadan 2026 Berubah? Ini Penjelasan Ilmiah Revisi KHGT Muhammadiyah

PWMJATENG.COM, Menjelang tahun 2026, muncul diskusi hangat mengenai perbedaan penetapan awal Ramadan antara kalender cetak yang sudah beredar dengan Maklumat resmi PP Muhammadiyah. Rofi’i, S.Pd, ahli hisab dari MTT PDM Temanggung, membedah alasan ilmiah di balik perubahan tersebut.
Banyak warga mempertanyakan mengapa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) versi cetak mencantumkan 19 Februari, sedangkan Maklumat PP Muhammadiyah menetapkan 18 Februari 2026.
Perbedaan ini muncul karena kalender fisik dicetak jauh sebelum validasi astronomis final dilakukan (sebelum 22 September 2025). Setelah dilakukan kajian mendalam oleh Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT), ditemukan koreksi data yang lebih akurat.
Penetapan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, didasarkan pada terpenuhinya Parameter Kalender Global 2 (PKG 2):
- Ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand.
- Kriteria Imkanur Rukyat (Ketinggian 5 Derajat dan Elongasi 8 Derajat) telah terpenuhi di daratan Benua Amerika (khususnya wilayah Alaska).
Data Astronomis di Alaska (Koordinat 56° 48′ 49″ LU | 158° 51′ 44″ BB):
- Ketinggian Bulan: 5 Derajat 23 Menit 1 Detik
- Elongasi: 8 Derajat 0 Menit 6 Detik (Data ini telah diverifikasi melalui perangkat lunak HisabMu).
Terdapat perbedaan pandangan dengan Diyanet (Turki) yang tidak memperhitungkan wilayah Alaska karena faktor kepadatan penduduk yang rendah. Namun, MTT PP Muhammadiyah secara tegas menolak syarat tambahan tersebut karena:
- Wilayah Alaska adalah bagian administratif resmi Amerika Serikat.
- Kepadatan penduduk bukan merupakan parameter resmi hasil Muktamar Turki 2016.
- Fiqh Council of North America (FCNA) juga menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026, selaras dengan Muhammadiyah.
Editor: Al-Afasy



