Inovasi Nano-Poliherbal: Dosen Farmasi UNIMMA Temukan Formulasi Baru Penawar Diabetes

PWMJATENG.COM, MAGELANG – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali memperkuat jajaran akademisnya. Dosen Program Studi Farmasi, Dr. apt. Rafiastiana Capritasari, M.Farm., resmi meraih gelar Doktor Ilmu Farmasi setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (13/1/2026).
Dalam risetnya, Dr. Rafiastiana mengembangkan sediaan nanoenkapsulasi poliherbal yang menggabungkan tiga tanaman berkhasiat: jinten hitam (Nigella sativa), pegagan (Centella asiatica), dan kelor (Moringa oleifera).
Dr. Rafiastiana menjelaskan bahwa selama ini obat herbal seringkali sulit menembus sel tubuh karena ukuran molekul zat aktif yang besar dan kelarutan yang rendah. Hal inilah yang membuat banyak tanaman potensial gagal memberikan efek maksimal secara klinis.

“Melalui teknologi nanoenkapsulasi, partikel dibentuk menjadi ukuran sangat kecil sehingga lebih stabil dan lebih mudah diserap oleh tubuh penderita diabetes,” jelasnya. Inovasi ini dirancang sebagai agen imunomodulator sekaligus pelindung jantung dan saraf (kardia-neuroprotektor) melalui penghambatan Angiotensin Converting Enzyme (ACE).
Pencapaian Dr. Rafiastiana semakin lengkap dengan publikasi karyanya di berbagai jurnal ilmiah internasional bereputasi, mulai dari Sinta 2 hingga Scopus Q2 dan Q3. Riset ini diharapkan menjadi fondasi kuat pengembangan fitofarmaka di Indonesia yang lebih efektif dan berbasis bukti ilmiah.
Wakil Rektor IV UNIMMA, Dr. Sigit Priyanto, M.Kep., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini. “Prestasi ini diharapkan menginspirasi dosen lain untuk terus memperluas dampak riset UNIMMA di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Dengan bertambahnya doktor baru di bidang Farmakologi, UNIMMA semakin mantap memosisikan diri sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif dan solutif bagi masalah kesehatan nasional.
Editor: Al-Afasy



