Berita

Ikhwanushoffa: Lazismu Kabupaten Tegal Harus Jadi Pelopor Inovasi Kurban Rendang dan Filantropi Digital

PWMJATENG.COM, Tegal – Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, memberikan arahan strategis dalam Rakerda Lazismu Kabupaten Tegal, Ahad (11/1/2026). Beliau menekankan bahwa transformasi menuju filantropi digital menjadi syarat mutlak untuk memenangkan kepercayaan publik pada era Zakat Online 2026.

Mengawali pidatonya, Ikhwanushoffa menyoroti bagaimana media sosial membentuk citra Muhammadiyah sebagai organisasi besar dan terpercaya. Namun, ia mengingatkan agar pengurus Lazismu Kabupaten Tegal tidak cepat berpuas diri dengan reputasi tersebut.

“Masyarakat sekarang lebih cepat mendengar melalui media sosial daripada catatan fisik. Oleh karena itu, kita harus aktif mengelola website dan media sosial agar publik mengetahui transparansi kerja kita,” ujar Ikhwanushoffa di hadapan pengurus PDM dan PCM se-Kabupaten Tegal.

Foto bersama pengurus PDM dan KL Lazismu Kabupaten Tegal dalam Rakerda 2026.
Sinergi kuat jajaran pengurus Lazismu Kabupaten Tegal bersama Wakil Ketua Lazismu Jateng, Ikhwanushoffa, dalam pembukaan Rakerda 2026.

Revolusi Pangan Lewat Kurban Rendang

Selain aspek digital, Ikhwanushoffa mendorong perubahan besar dalam pelaksanaan Inovasi Kurban. Beliau mengkritik pola distribusi tradisional yang sering kali tidak efektif menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Menurutnya, tumpukan daging di kulkas warga perkotaan merupakan tanda distribusi yang belum merata. Sebagai solusi konkret, beliau menawarkan program Kurban Rendang yang telah teruji secara kualitas dan ketahanan.

“Lazismu hadir membawa solusi kurban kemasan yang awet hingga dua tahun dan berlabel BPOM. Ini sangat memudahkan distribusi ke pelosok tanpa takut daging basi. Mari kita gelorakan gerakan Kurban Rendang ini di media sosial masing-masing,” tambahnya dengan penuh semangat.

Pendidikan Sebagai Kunci Pengentasan Kemiskinan

Selanjutnya, Ikhwanushoffa memaparkan visi mengenai strategi pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Beliau menegaskan bahwa bantuan logistik semata tidak akan mampu mencabut akar kemiskinan di tengah masyarakat.

Solusi jangka panjang yang paling efektif adalah melalui jalur beasiswa pendidikan. Ikhwanushoffa ingin Lazismu memastikan anak-anak kurang mampu bisa menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Guna mendukung visi besar tersebut, beliau juga meminta penguatan internal dalam hal tata kelola Ziswaf. Beliau berharap penggunaan Key Performance Indicator (KPI) bagi tim eksekutif dapat segera terlaksana. Langkah ini penting agar performa Lazismu Kabupaten Tegal dalam melayani umat tetap terukur, profesional, dan semakin berdampak luas.

Kontributor : Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE