Kolom

Hijau atau Habis: Menakar Nyali Muhammadiyah Menghadapi Krisis Ekologi 2026

Memasuki tahun 2026, Dakwah Ekologis Muhammadiyah kini berada di persimpangan jalan: menjadi aktor utama penyelamat bumi atau sekadar penonton di tengah kehancuran peradaban. Isu lingkungan bukan lagi persoalan teknis tentang sampah atau polusi, melainkan persoalan peradaban yang menyentuh akar spiritualitas manusia.

Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai gerakan tajdid yang progresif di sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, tantangan abad ke-21 menuntut perluasan horizon ke ranah ekologi. Alam tidak lagi bisa dipandang sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai amanah. Jika dakwah hanya berhenti pada mimbar sementara lingkungan terus rusak, pesan keagamaan akan kehilangan relevansinya.

Tantangan terbesar gerakan hijau Muhammadiyah sering kali datang dari dalam. Budaya organisasi yang administratif dan program yang bersifat seremonial—seperti tanam pohon hanya untuk foto bersama—harus ditinggalkan. Krisis ekologis menuntut kerja panjang, konsisten, dan lintas sektor. Selain itu, keberanian moral diperlukan agar organisasi tetap independen dari kepentingan industri yang merusak lingkungan.

Tahun 2026 harus menjadi titik balik. Dakwah ekologis harus mencakup etika konsumsi dan gaya hidup ramah lingkungan. Masjid, sekolah, dan kampus Muhammadiyah wajib menjadi laboratorium praktik ekonomi sirkular. Penting bagi Muhammadiyah untuk melibatkan generasi muda yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan iklim agar gerakan ini tetap hidup dan inovatif.

Pada akhirnya, masa depan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh jumlah sekolah atau rumah sakitnya, tetapi oleh kontribusinya menyelamatkan bumi. Jika Dakwah Ekologis Muhammadiyah hanya berhenti pada retorika, sejarah akan mencatatnya sebagai gerakan besar yang gagal menjawab tantangan zamannya. Namun, jika ekologi dijadikan jantung gerakan, inilah awal babak baru Islam progresif yang menyelamatkan dunia dan akhirat.

Oleh : Nashrul Mu’minin
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE