Haedar Nashir di UNIMMA: Dokter Harus Punya Akhlak Melayani

PWMJATENG.COM, Magelang — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. secara resmi memberikan amanat pada peluncuran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Kamis (8/1). Beliau menekankan bahwa FK di lingkungan Muhammadiyah memiliki mandat besar untuk mengubah budaya pendidikan kedokteran di Indonesia.
Dalam pidatonya di Auditorium Kampus 1 UNIMMA, Haedar menegaskan bahwa pendidikan dokter tidak boleh hanya terjebak pada penguasaan buku teks (academic instrumental). FK Muhammadiyah harus menjadi rahim lahirnya dokter yang memiliki dasar iman, akhlak, dan karakter kemanusiaan yang kuat.
“Bangunlah kultur dan karakter. Lulusan dokter Muhammadiyah harus punya dasar iman dan akhlak yang baik, yang teraktualisasi dalam akhlak publik, termasuk akhlak melayani,” ujar Haedar Nashir.
Haedar memberikan kritik membangun agar profesi dokter tidak dipandang secara elitis. Ia mengingatkan bahwa pasien bukanlah sekadar objek medis, melainkan manusia yang butuh empati dan penghormatan.
“Poinnya adalah interaksi humanistik. Jangan mentang-mentang dokter, lalu memandang pasien hanya sebagai subjek verbal. Dia adalah manusia. Jangan hanya berpikir melayani kelas atas, tetapi berkhidmatlah untuk memajukan kesehatan bangsa secara keseluruhan,” tegasnya.
Dengan resminya UNIMMA menjadi FK ke-23 di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA), Haedar berharap muncul kepemimpinan yang progresif namun berkesinambungan. Perpaduan antara keahlian medis dan strong leadership diharapkan mampu menjawab ketimpangan layanan kesehatan yang masih terjadi di tanah air.
Peluncuran ini sekaligus mengukuhkan komitmen UNIMMA dalam mencetak dokter yang unggul secara intelektual namun tetap berpijak pada nilai-nilai kerakyatan dan kemanusiaan.
Editor: Al-Afasy



