Dapur MBG Wonolopo Resmi Dibuka, Serap Puluhan Tenaga Kerja Lokal Mijen

PWMJATENG.COM, Semarang – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah secara resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wonolopo pada Rabu (7/1). Kehadiran dapur ini menjadi bukti nyata kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga di wilayah Mijen.
Kepala SPPG Wonolopo, Indra Setiawan, menegaskan bahwa fasilitas dapur sudah siap 100 persen untuk mulai beroperasi pada kisaran 12 atau 19 Januari 2026. Target utamanya adalah melayani 1.500 penerima manfaat setiap harinya, mulai dari jenjang TK hingga SMA, serta ibu hamil dan balita.
“Kami ingin memberikan layanan dengan kualitas terbaik, sejalan dengan tujuan besar Bapak Presiden dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Indra. Ia juga menambahkan rencana sinergi dengan Koperasi Merah Putih untuk mengoptimalkan potensi swasembada pangan lokal di Mijen.
Wakil Ketua PWM Jateng, Prof. Dr. H. Rozihan, S.H., M.Ag., menjelaskan bahwa kehadiran dapur ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan bentuk reformasi sosial. Saat ini, 37 warga sekitar telah direkrut sebagai karyawan, dan jumlah ini diproyeksikan bertambah hingga 50 orang.
Beliau menekankan pentingnya integritas dan standar kualitas tinggi bagi seluruh karyawan dapur, “Kami berpesan kepada seluruh karyawan agar senantiasa memberikan sajian terbaik. Karena dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa seseorang belum dikatakan berbuat kebaikan apabila ia memberikan sesuatu yang tidak ia sukai sendiri, sebagaimana tersirat dalam Surah Ali Imran.”
Beliau juga menegaskan bahwa peran Muhammadiyah adalah untuk menebar kebahagiaan bagi seluruh komponen masyarakat tanpa batas kelompok tertentu. “Muhammadiyah hadir untuk ikut membahagiakan orang lain. Manfaat besar dari program MBG ini tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh lingkungan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Melalui integrasi antara pemenuhan gizi anak bangsa dan pemberdayaan ekonomi lokal, Dapur MBG Wonolopo diharapkan menjadi model percontohan sinergi organisasi masyarakat dengan pemerintah. Dengan dukungan bahan baku lokal dari Mijen, program ini optimis dapat meningkatkan perekonomian rakyat sekaligus menciptakan generasi sehat menuju 2045.
Editor: Al-Afasy



