Cegah Kriminalisasi Guru, MHH PWM Jateng Siapkan Kader Hukum Muhammadiyah

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Guna menghadapi kompleksitas persoalan hukum di sekolah, MHH PWM Jateng memperkuat barisan dengan mencetak Kader Hukum Muhammadiyah melalui program pendidikan paralegal. Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Majelis Hukum dan HAM (MHH) se-Karesidenan Soloraya yang berlangsung di Gedung UMUKA, Jumat (23/1).
Rektor Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), Samsuri, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap kerja sama ini mampu melahirkan sumber daya manusia bidang hukum yang memiliki akar kaderisasi kuat. “Kami siap mendukung penyediaan kader terbaik untuk mengabdi di lingkungan persyarikatan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Agenda utama rapat ini adalah menyelaraskan program prioritas, terutama penyelenggaraan pendidikan paralegal batch kedua. Program tersebut menyasar pimpinan cabang hingga pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Dengan adanya Kader Hukum Muhammadiyah yang kompeten, sekolah maupun rumah sakit diharapkan mampu menangani persoalan hukum secara mandiri sejak dini.
Ketua MHH PWM Jawa Tengah, Bambang Sukoco, menekankan bahwa tantangan hukum di dunia pendidikan kini semakin berat. “Persoalan hukum sering kali langsung membelit guru dan murid. Karena itu, kehadiran Kader Hukum Muhammadiyah di setiap sekolah menjadi sangat penting,” tegas Bambang.
Melalui penguatan kapasitas ini, MHH PWM Jateng berkomitmen untuk tidak langsung melimpahkan setiap perkara ke jalur pengadilan. Sebaliknya, kader di tingkat pertama akan mengedepankan nilai-nilai luhur Islam dan adab sosial dalam penyelesaian sengketa. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi hukum yang berkeadaban bagi masyarakat luas.
Editor: Al-Afasy



