Kolom

Bukan Sekadar Mengajar, Ini Rahasia Wali Kelas 3A SD Muhammadiyah Palur Hadapi Kelas ‘Aktif’

PWMJATENG.COM – November 2021 akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam ingatan saya. Itulah momen ketika langkah kaki saya pertama kali gemetar saat memasuki ruang kelas 3A SD Muhammadiyah Palur. Sebagai pengajar baru, saya datang dengan idealisme tinggi, namun kenyataan menyambut saya dengan riuh rendah suara anak-anak yang energinya seolah tidak pernah habis.

Hari itu, kelas terasa seperti medan tantangan daripada ruang belajar. Saya berdiri di depan untuk memperkenalkan diri, namun suara saya kalah telak oleh kebisingan. Anak-anak asyik dengan dunianya sendiri—tertawa, berbincang, hingga berlarian kecil. Rasa frustrasi sempat menyelinap dan membuat saya bertanya-tanya: “Mampukah saya mengendalikan ini?”

Akhirnya, saya memilih untuk tidak menyerah pada ego. Saya menyadari bahwa jika saya tidak bisa membawa mereka ke dunia saya, maka sayalah yang harus masuk ke dunia mereka. Saya menarik napas dalam lalu mengubah strategi. Alih-alih menuntut ketenangan dengan nada tinggi, saya melempar sebuah lelucon kecil yang memecah tawa.

Saya mengajak mereka berdiri dan melakukan gerakan fisik ekspresif untuk mengalirkan energi mereka yang meluap. Seketika suasana berubah. Mata-mata kecil itu mulai tertuju pada saya dengan penuh rasa ingin tahu. Keajaiban pun terjadi; mereka mulai menyimak dan jatuh cinta pada pelajaran hari itu.

Tentu saja perjalanan ini tidak selalu mulus. Saat kelas kembali gaduh, saya mencoba pendekatan dari hati ke hati. Saya meminta mereka menuliskan apa pun di selembar kertas. Melalui tulisan jujur itu, saya melihat sisi lain murid-murid saya: keinginan untuk didengar, kecemasan, hingga imajinasi luar biasa. Metode ini menjadi jembatan bagi mereka untuk mengekspresikan diri secara elegan.

Dari kelas 3A di SD Muhammadiyah Palur, saya belajar bahwa mengajar bukan hanya soal mentransfer ilmu, tetapi seni memahami manusia. Setiap anak adalah individu unik dengan “bahasa” berbeda. Kini, energi mereka yang meledak-ledak justru membakar semangat saya. Di balik riuhnya kelas, ada hati-hati yang siap dibentuk dengan kasih sayang serta kesabaran yang tak bertepi.

Kontributor: Assifa Fadila, S.Pd (Wali Kelas 3A SD Muhammadiyah Palur)
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE