Budget Sedekah Harus Setara dengan Anggaran Senang-Senang, Ikhwanushoffa Ajak Jamaah PCA Adiwerna Re-evaluasi Gaya Hidup

PWMJATENG.COM, TEGAL – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Adiwerna menggelar kajian rutin di Masjid Al Ishlah, Kabupaten Tegal, pada Rabu (21/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, narasumber Ikhwanushoffa mengajak para jamaah untuk mengevaluasi kembali manajemen keuangan keluarga mereka. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan pengeluaran kesenangan pribadi dengan anggaran sosial.
Ikhwanushoffa menegaskan bahwa esensi ajaran K.H. Ahmad Dahlan melalui Teologi Al-Ma’un adalah keberanian berbagi dalam jumlah signifikan. Menurutnya, masyarakat saat ini sering terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Banyak orang memiliki anggaran besar untuk hobi, namun mereka sangat minim dalam mengalokasikan dana zakat serta infaq.
“Ciri kedua pengamal Al-Ma’un yakni, apa yang kita keluarkan untuk memenuhi kesenangan kita, maka sedekahnya juga harus setara. Disamakan. Bukti cinta Al-Ma’un itu adalah saat senang-senangnya kita sama dengan nilai sedekahnya,” ujar Ikhwanushoffa di hadapan ratusan jamaah.
Kritik Terhadap Gaya Hidup Ibu-Ibu
Selanjutnya, ia memberikan ilustrasi nyata yang sering muncul dalam kehidupan ibu-ibu, seperti anggaran seragam arisan. Ikhwanushoffa menilai bahwa rasa malu sering kali muncul jika seseorang tidak mengikuti tren sosial. Namun, di sisi lain, banyak yang justru abai terhadap tanggung jawab spiritualnya sendiri.
Oleh karena itu, ia menyarankan jamaah untuk minimal menyamakan budget kesenangan dengan sedekahnya. “Akan lebih baik lagi jika jumlah sedekahnya justru jauh lebih banyak. Sebenarnya, orang yang disebut pelit itu adalah mereka yang sedekahnya sedikit, bukan yang penampilannya sederhana,” tambahnya dengan tegas.
Mendidik Karakter dan Militansi
Selain urusan finansial, Ikhwanushoffa juga menyoroti pola pendidikan anak. Ia mengamati bahwa orang tua zaman sekarang sering melompati urutan syariat dalam mendidik karakter. Sebagai contoh, banyak orang tua sangat antusias mengajak anak manasik haji. Padahal, mereka lupa melatih anak untuk berbagi melalui zakat dan infaq terlebih dahulu.
Kemudian, kajian ini mengulas tentang pentingnya militansi dalam berjuang. Ikhwanushoffa menceritakan kisah K.H. Ahmad Dahlan yang tetap mengutamakan umat meskipun anggota keluarganya sedang sakit parah. Kisah tersebut menjadi cermin bagi jamaah modern yang kini hidup dengan berbagai kemudahan fasilitas.
“Zaman dulu, Kiai Dahlan mengajarkan pentingnya komitmen dan kegigihan tanpa tergantung pada fasilitas. Karena itu, sangat lucu jika alasan cuaca atau izin keluarga menjadi penghambat untuk berangkat kajian di era sekarang,” tuturnya menutup materi.
Melalui pesan-pesan tersebut, PCA Adiwerna berharap jamaah mampu bertransformasi menjadi pribadi yang lebih dermawan. Dengan menyamakan anggaran sedekah dan kesenangan, keberkahan rezeki diharapkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara nyata.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy



