Borong 4 Penghargaan di Malaysia! Mahasiswa UMS Ciptakan NutriTone, Aplikasi Gizi Berbasis AI

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Inovasi digital karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mendunia. Muhammad Raihan Arrasyid, mahasiswa Program Studi Psikologi UMS, sukses mengembangkan NutriTone, sebuah aplikasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berhasil meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.
Aplikasi NutriTone dirancang sebagai solusi atas rendahnya literasi gizi di Indonesia. Hanya dengan memindai foto makanan melalui kamera ponsel, AI dalam aplikasi ini akan menganalisis kandungan gizi, kalori, serta potensi risiko kesehatan secara personal.
“NutriTone adalah bentuk kontribusi nyata kami terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu kesehatan dan kesejahteraan yang baik. Kami ingin mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas melalui teknologi digital,” ujar Raihan, Kamis (29/1).
Raihan tidak bekerja sendiri; ia memimpin tim kolaboratif dari berbagai kampus ternama seperti UNRI, UPH, UB, hingga ISI Surakarta. Inovasi ini dipresentasikan dalam SDGs Pitch Competition yang merupakan bagian dari International Youth Excursion Network (IYEN) #20, sebuah ajang inovasi yang diinisiasi untuk mendukung target pembangunan global PBB.

Persaingan berlangsung ketat dengan melibatkan 38 perguruan tinggi se-Indonesia. Penilaian mencakup kualitas ide, ketepatan solusi, hingga kekuatan data pendukung.
Berkat ketajaman ide dan kemampuan komunikasi yang persuasif, Raihan dan tim berhasil membawa pulang:
- 1st Best Project Innovation (Medali Emas)
- 2nd Best Presentation
- 3rd Best Video Innovation
- Best Team
Raihan mengaku latar belakang ilmu Psikologi sangat membantunya dalam membangun kerja sama tim dan melakukan presentasi yang meyakinkan di hadapan dewan juri internasional pada 14 Januari 2026 lalu.
“Alhamdulillah, meraih empat penghargaan di pengalaman internasional pertama saya adalah hal yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa pendekatan psikologi sangat berperan dalam mengomunikasikan gagasan teknologi,” ungkapnya bersyukur.
Prestasi ini semakin mempertegas posisi UMS sebagai rahim bagi inovator muda yang mampu menghadirkan solusi digital berdampak global.
Kontributor: Yusuf | Humas
Editor: Al-Afasy



