Editorial

Bukan Kampus Kaleng-Kaleng

Oleh : Gus Zuhron (Sekretaris MPK PWM Jawa Tengah)

PWMJATENG.COM – Kata-kata Prof. Muji Setyo menyentak kesadaran saya, “Kita tidak mungkin bersaing dengan kampus-kampus besar dalam dua tahun ke depan dengan cara membangun fisik kampus, tapi kita bisa bersaing dengan cara menjadikan akreditasi kita unggul.” Lebih lanjut beliau mengatakan, “Modal kita lebih dari cukup untuk menjadikan unggul, namun problem lain adalah kita tidak mampu menjual potensi itu sehingga jumlah mahasiswa kita masih jauh dari harapan.”

Kalau saya terjemahkan dalam bahasa sederhana kira-kira pesan beliau, “Kampus menjadi unggul adalah sebuah keharusan namun dalam waktu yang bersamaan semua harus bergerak mempromosikan keunggulan itu sehingga dikenal masyarakat dan dipercaya masyarakat.”

Mbah Abu dulu pernah mengatakan, “Kita ini universitas tapi kadang-kadang terasa seperti diversivitas.” Perubahan paradigma perguruan tinggi yang begitu dinamis memang mengharuskan setiap penghuni di dalamnya harus mampu berakslerasi dan beradaptasi. Disharmoni jelas menghambat proses kita untuk melakukan perubahan yang cepat. Ruh universitas sebagai simbol kesatuan harus menjadi semangat bersama agar lompatan-lompatan yang direncakan dapat tercapai dalam target yang sudah ditetapkan. Cita rasa diversivitas sudah harus dimasukkan museum sejarah, dipajang sebagai kenangan masa lalu sekaligus memberi pelajaran agar perilaku memalukan semacam itu tidak terulang kembali.

BPP bersama tim yang lain saya kira telah mengawali semangat perubahan itu. Diawali dari brainstorming, riset, kolek data, mempertemukan banyak pihak untuk menyatukan jalan pikiran, mengajak semua unit merancang program secara terukur dan seterusnya untuk difokuskan pada pencapaian maksimal universitas. Fokus dan berlari dengan target yang jelas sepertinya menjadi semangat baru yang diusung. Mereka yang masih nyaman pada zona masa lalu akan tertinggal, batuk-batuk, termehek-mehek akhirnya memilih mengundurkan diri atau jika masih ingin bertahan akan jadi kroco pilek yang selalu menciptakan ganjalan.

Baca juga, Rumah Baru Untuk Bapak Jasmuri, Kepala Desa : Lazismu Luar Biasa!

 Sudah tidak boleh ada bahasa pihak satu hobinya menyalahkan pihak lain begitu sebaliknya. Sudah terlalu lama kampus ini bertahan pada zona nyaman dan tetap setia dengan tubuh kecilnya. Masa depan tidak bisa dijawab dengan cara-cara konvensional masa lalu. Jika arus perubahan ini dianggap sebagai zona perang maka dibutuhkan tenaga muda yang cerdas, kuat, tahan banting, visioner, berlimpah jaringan, bergumul dengan kreativitas dan tetap santun dalam tindakan. Para sesepuh diberi ruang dan porsi sebagai guru kebijaksanaan. Terkadang energi muda yang progresif dan cekatan itu sering melupakan kebijaksanaan. Petuah para guru kehidupan dibutuhkan untuk menjadikan para pasukan ini tetap pada zona yang benar. Meminjam istilah Pak Jumari, “Anak muda itu harus nakal asal halal.” Nakal itu bermakna progresif berkemajuan sedangkan halal dimaknai  tidak keluar dari koridor etika dan estetika.

Rasanya optimisme itu kembali hadir setelah sekian lama sempat terkubur dalam kubangan lumpur pesimisme. Semua pihak harus gayung bersambut untuk menyongsong perubahan yang sebentar lagi akan hadir. Unimma sedang dalam arus yang berbeda dari konstalasi global. Saat dunia begitu cemas dengan ancaman resesi di tahun 2023. Unimma sangat percaya diri akan menjadi pemenang  di tahun 2024. Semua upaya dan langkah itu akan menjadi sempurna manakala pendekatan spiritualitas dilibatkan dalam semua bentuk ihtiar itu. Prof. Masruki Rektor Unimus pernah menyampaikan bahwa salah satu upaya membesarkan Unimus adalah pendekatan spiritualitas. Pendekatan yang terakhir ini jarang kita lakukan. Saya kira mengadopsi sisi lain dari tetangga sebelah untuk semakin menyempurnakan upaya kita agar menjadi lebih baik bukanlah sesuatu yang memalukan, tapi sebuah sikap jujur dan berjiwa besar untuk terus belajar agar kampus kita bukan lagi kampus kaleng-kaleng.

Selamat berkhidmat.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE