PWMJATENG.COM, SEMARANG — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, secara resmi membuka Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 di Semarang pada Kamis malam (29/1/2026). Bertempat di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jawa Tengah. Rakornas yang berlangsung hingga 31 Januari 2026 ini mengusung tema “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu”.
Visi Dakwah Inklusif dan Berkemajuan
Dalam pidato iftitahnya, Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri memiliki watak Dakwah Inklusif dan Berkemajuan. Ia menjelaskan bahwa dakwah tidak boleh membatasi diri hanya pada kelompok tertentu, melainkan harus menyapa seluruh lapisan masyarakat. “Sejak awal, Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang inklusif. Dakwah tidak hanya untuk pembinaan ke dalam, tetapi juga menyapa semua golongan, semua lapisan, dan seluruh kawasan kehidupan,” ujar Haedar.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, telah merintis fondasi dakwah komunitas melalui pengamalan Surat Al-Ma’un. Spirit teologi welas asih ini melahirkan gerakan sosial, pendidikan, dan kesehatan yang harus diperkuat dalam menghadapi kompleksitas modern. “Al-Ma’un bukan sekadar hafalan, tetapi menjadi gerakan sosial yang membela, memberdayakan, dan memajukan kaum mustadh’afin,” tegasnya.
Baca Juga: Rakornas LDK Muhammadiyah di Semarang: Haedar Nashir Siap Beri Penghargaan Da’i Komunitas Marjinal
Menyapa Komunitas Marginal dan Akar Rumput
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menekankan pentingnya strategi Rakornas LDK Muhammadiyah Semarang dalam menyapa segmen masyarakat di luar lingkaran arus utama. Kyai Tafsir menilai bahwa dakwah komunitas sangat krusial untuk menjangkau kelompok marginal yang sering luput dari perhatian. “Kalau hanya berdakwah di lingkungan yang sudah siap, itu seperti autopilot. Tantangannya justru bagaimana kita hadir dan mengawal mereka yang berada di luar itu semua,” ungkapnya.
Capaian Nasional dan Transformasi Digital SIDAKMU
Sementara itu, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Dr. H. Muhammad Arifin, M.Ag., menyampaikan capaian signifikan dakwah komunitas yang telah menjangkau berbagai kelompok strategis di seluruh Indonesia. Hingga periode 2024–2025, LDK telah membina 1.594 dai yang bergerak di 933 titik binaan dengan jumlah jamaah mencapai lebih dari 42 ribu orang, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Baca Juga: Dampingi Mualaf, LDK PWM Jateng Gelar Kajian Intensif Al-Islam
Dalam rangkaian Rakornas LDK Muhammadiyah 2026, Muhammadiyah juga melakukan terobosan dengan meluncurkan SIDAKMU Muhammadiyah (Sistem Informasi Dakwah Muhammadiyah). Inovasi ini hadir sebagai upaya penguatan tata kelola dan basis data dakwah komunitas secara nasional. Melalui momentum ini, Muhammadiyah meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan dakwah Islam yang inklusif, transformatif, dan berdampak nyata bagi bangsa.
Editor: Al-Afasy



