Berita

Usia 75 Tahun, PKU Muhammadiyah Kutoarjo Terima Ambulans Baru & Siap Naik Kelas Jadi RS Tipe D

PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Memasuki usia ke-75 tahun, PKU Muhammadiyah Kutoarjo mengukuhkan komitmennya dalam memperluas akses kesehatan bagi masyarakat. Hal ini ditandai dengan penyerahan bantuan ambulans dari Sinergi Surya Medika (SSM) MPKU Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta sosialisasi rencana transformasi klinik menjadi Rumah Sakit Tipe D, Senin (26/1).

Momentum bersejarah ini dihadiri oleh jajaran PDM Purworejo, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, perwakilan rumah sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu, serta tokoh masyarakat.

Direktur PKU Muhammadiyah Kutoarjo, Rini Nurhidayah, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang dalam proses pemenuhan syarat izin operasional Rumah Sakit Tipe D. Langkah ini mencakup peningkatan sarana prasarana, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga tata kelola layanan.

“Kami tengah melakukan upgrade dari klinik utama menjadi rumah sakit. Bersamaan dengan ini, kami membuka lelang wakaf untuk pemenuhan fasilitas. Saat ini telah terkumpul wakaf senilai Rp150 juta untuk lima ruangan rawat inap di lantai tiga,” jelas Rini.

Bantuan ambulans diserahkan secara simbolis kepada PKU Muhammadiyah Kutoarjo dan RSU ‘Aisyiyah Purworejo. Penambahan armada ini diharapkan mampu meningkatkan respon cepat kegawatdaruratan medis di wilayah Purworejo.

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Ibnu Naser Arrohimi, mengapresiasi langkah visioner ini. Ia memastikan bahwa perubahan status fasilitas kesehatan tidak akan mengganggu layanan peserta JKN. “Kami menjamin asas portabilitasnya. Muhammadiyah telah terbukti menghadirkan layanan JKN yang cepat, mudah, dan setara,” tegasnya.

Berdiri sejak tahun 1950, PKU Muhammadiyah Kutoarjo diresmikan oleh KH Sudja’, sosok legendaris penggagas layanan kesehatan Muhammadiyah. Ketua PDM Purworejo, Pujiono, menegaskan bahwa usia 75 tahun adalah bukti dedikasi panjang lembaga dalam melayani umat.

“Ke depan, rumah sakit ini akan dilengkapi tenaga profesional medis seperti dokter spesialis bedah dan penyakit dalam. Kami mengimbau warga Muhammadiyah untuk memaksimalkan layanan kesehatan di rumah sakit milik Persyarikatan sendiri,” ujar Pujiono.

Rangkaian acara ditutup dengan Tabligh Akbar menyambut Ramadhan 1447 H bersama Prof. Syafiq A. Mughni (PP Muhammadiyah). Agenda ini menjadi pengingat bahwa pengembangan rumah sakit adalah bagian dari dakwah kemanusiaan Muhammadiyah untuk menghadirkan kemaslahatan nyata di pelosok daerah.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE