Rakornas LDK Muhammadiyah di Semarang: Haedar Nashir Siap Beri Penghargaan Da’i Komunitas Marjinal

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Muhammadiyah semakin memperkokoh strategi dakwah inklusif melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) di Kota Semarang. Agenda besar ini dirancang untuk merumuskan strategi pemberdayaan umat di wilayah marjinal secara menyeluruh dan transformatif.
Persiapan akhir dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) pada Selasa (27/1). LDK PWM Jawa Tengah dan LDK PDM Kota Semarang menyatakan kesiapan penuh menyambut delegasi dari seluruh Indonesia. Acara akan dipusatkan di dua titik strategis, yakni Kampus Unggul UNIMUS untuk seremoni pembukaan dan Gedung BPPMP Regional Jawa Tengah di Srondol untuk sidang-sidang komisi.
Salah satu agenda emosional dalam Rakornas ini adalah pemberian anugerah khusus bagi para nominator “Insan Da’i Komunitas”. Penghargaan ini didedikasikan kepada para pejuang dakwah yang konsisten bergerak di wilayah-wilayah menantang dengan pendekatan humanis.

Ketua LDK PWM Jawa Tengah, Dr. H. KRAT AM Jumai, S.E., M.M., mengonfirmasi bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., dijadwalkan hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan tersebut pada seremoni pembukaan.
“Puncak acara akan menjadi saksi apresiasi persyarikatan terhadap para da’i yang berada di garis depan. Kami ingin momentum ini menjadi pelecut semangat dakwah yang lebih luas,” ujar AM Jumai.
Selain Haedar Nashir, sejumlah tokoh bangsa dijadwalkan hadir memberikan sambutan pada Kamis (29/1), di antaranya Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan, serta Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Sebagai tuan rumah, UNIMUS memberikan dukungan penuh dengan memfasilitasi kebutuhan operasional bagi sekitar 500 tamu undangan, mulai dari jamuan VIP hingga transportasi. Ketua LDK PDM Kota Semarang, Pudjo Koeswhoro, juga memastikan tim protokoler telah siap memberikan pelayanan terbaik bagi para delegasi nasional.
Sinergi antara tokoh bangsa, institusi pendidikan, dan penggerak dakwah lapangan ini diharapkan mampu membawa pesan dakwah Muhammadiyah yang inklusif—menjangkau mereka yang terpinggirkan dan membawa misi rahmatan lil ‘alamin secara berkelanjutan.
Kontributor: Adib Abyan Alb | Humas
Editor: Al-Afasy



