Khazanah Islam

Melampaui Simbol: Menakar Fenomena Hijrah Modern Antara Hati dan Nalar

PWMJATENG.COM, Hijrah bukan sekadar perpindahan identitas visual, melainkan ujian bagi Fenomena Hijrah Modern untuk bertransformasi dari sekadar rasa menuju kematangan intelektual yang mencerahkan. Sejarah mencatat hijrah Rasulullah SAW sebagai peristiwa peradaban—pindah strategi demi tatanan sosial yang utuh. Namun, hari ini makna tersebut mengalami pergeseran menjadi sangat personal dan eksistensial.

Seringkali, hijrah bermula dari luka atau kelelahan batin. Dalam pendekatan Muhammadiyah, kita mengenal wilayah irfani (hati) yang dekat dengan kedamaian spiritual. Namun, Muhammadiyah juga menekankan pentingnya bayani (teks) dan burhani (akal ilmiah). Fenomena Hijrah Modern saat ini banyak bertumpu pada irfani: kuat di rasa, namun sering kali lemah dalam refleksi kritis.

Kondisi ini menciptakan “dunia baru” yang cenderung eksklusif. Penampilan seperti pakaian lebar dan warna gelap menjadi pusat identitas. Akibatnya, diskusi pemikiran sering dianggap mengganggu iman. Fenomena ini makin kuat ketika hijrah dikapitalisasi oleh figur publik yang menjadi magnet emosional, terutama bagi kaum perempuan yang mencari oase di tengah beban hidup yang besar.

Namun, muncul pertanyaan penting: bagaimana dengan kedewasaan intelektual umat? Isu-isu muamalah duniawiyah sering dibaca secara literal tanpa melihat konteks. Padahal, peradaban Islam dibangun di atas wacana, diskusi, dan ilmu pengetahuan. Iman tidak akan runtuh hanya karena sebuah dialog atau pertanyaan kritis.

Tugas kita hari ini bukan menghakimi Fenomena Hijrah Modern, melainkan menemani ia bertumbuh. Dari hijrah yang emosional menuju hijrah intelektual; dari kesalehan personal menuju kesalehan sosial. Sebab, hijrah sejati bukan hanya soal bagaimana kita berpakaian, tetapi bagaimana kita bersikap dan seberapa luas kita membuka pikiran bagi kemanusiaan.

Kontributor: Rudyspramz, MPI Wonosobo
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE