Atasi Penumpukan Sampah di Sungai, Tim Pengabdian UMS Inisiasi Bank Sampah di Boyolali

PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB) sukses merealisasikan program “Gerakan Desa Bijak Sampah” di Desa Batan, Kabupaten Boyolali. Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian Bank Sampah “Kedon Indah” pada Minggu (7/12) lalu.
Program ini lahir sebagai solusi atas tantangan pengelolaan limbah rumah tangga di Desa Batan yang selama ini sering kali berakhir di sungai. Ketua Tim Pengabdian, Windi Wulandari, S.KM., M.PH., dari Prodi Kesehatan Masyarakat, berkolaborasi dengan Pendidikan Biologi UMS untuk menghadirkan wadah pengelolaan sampah yang terstruktur.

“Melalui Bank Sampah Kedon Indah, kami ingin menghadirkan solusi realistis yang bisa dikelola langsung oleh masyarakat. Kami tidak hanya fokus pada administratif, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan teknis,” jelas Windi, Selasa (20/1).
Selain peresmian bank sampah, warga diberikan pelatihan intensif mengenai pengolahan limbah di tingkat rumah tangga:
- Limbah Dapur: Diolah menjadi eco enzyme dan kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.
- Sampah Plastik: Direduksi menggunakan teknik ecobrick agar tidak mencemari tanah.

Antusiasme warga terlihat tinggi saat sesi penimbangan sampah perdana. Salah satu warga mengungkapkan bahwa pelatihan ini mengubah perspektifnya terhadap sampah. “Kini kami tahu bahwa sampah dapur dan plastik ternyata bisa diolah dan sangat bermanfaat,” tuturnya.
Ke depan, Bank Sampah Kedon Indah akan beroperasi secara rutin setiap bulan. Kegiatan yang didanai oleh DRPPS UMS ini diharapkan mampu mentransformasi Desa Batan menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan mandiri dalam mengelola limbah secara berkelanjutan.
Kontributor: Adi | Humas
Editor: Al-Afasy



