Transformasi TKA ISMUBA 2026: Dikdasmen PP Muhammadiyah Dorong Pendekatan Deep Learning

PWMJATENG.COM, JAKARTA – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar forum “Ruang Inspirasimu ke-32” bertema “Strategi Penyusunan Soal TKA ISMUBA 2026”, Selasa (20/1). Kegiatan daring ini diikuti oleh 723 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru Muhammadiyah dari jenjang SD hingga SMA/SMK se-Indonesia.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., menegaskan bahwa evaluasi pendidikan Muhammadiyah saat ini harus bergeser ke arah Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Ia menjelaskan bahwa meskipun teknis pelaksanaan TKA ISMUBA diserahkan ke wilayah masing-masing, sekolah didorong untuk mengadopsi praktik baik digital.
“PWM Jawa Tengah telah menunjukkan contoh sukses melalui TKA berbasis aplikasi daring serta survei lingkungan belajar. Sistem ini terbuka untuk diadopsi oleh wilayah lain di seluruh Indonesia,” ujar Iwan.

Narasumber pertama, Dr. Bagus Mustakim, S.Ag., M.S.I., memaparkan bahwa struktur soal TKA ISMUBA 2026 akan mengedepankan bentuk pilihan ganda dengan stimulus sebagai penguat literasi. Ia menekankan tiga unsur standar yang wajib dipenuhi:
- Materi: Harus relevan dengan capaian pembelajaran.
- Konstruksi: Struktur soal (stem) dan pengecoh harus berfungsi secara logis.
- Bahasa: Menggunakan kaidah Bahasa Indonesia yang komunikatif dan tidak kedaerahan.
Sementara itu, Nurhuda Kurniawan, S.Ag., M.S.I., selaku narasumber kedua, memberikan analogi menarik bahwa menyusun soal berkualitas memerlukan latihan yang konsisten. “Menyusun soal itu ibarat menggoreng tempe, perlu mencoba terus. Guru adalah desainer evaluasi yang harus memastikan soal relevan dengan elaborasi materi di kelas,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Dikdasmen PP Muhammadiyah berharap TKA ISMUBA 2026 tidak hanya menjadi rutinitas ujian, tetapi menjadi instrumen evaluasi yang mampu memetakan karakter dan kompetensi siswa Muhammadiyah secara akurat di era digital.
Kontributor: Hendra
Editor: Al-Afasy



