Harmonisasi Bernasyiah: Merangkai Perbedaan Menjadi Kekuatan Perempuan Muda

PWMJATENG.COM, Nasyiatul Aisyiyah (NA) adalah ruang tumbuh bagi perempuan muda untuk belajar, bergerak, dan berkontribusi bagi umat dan bangsa. Di dalamnya berkumpul berbagai latar belakang—mulai dari usia, karakter, pendidikan, hingga profesi. Perbedaan ini adalah kekayaan, namun sekaligus tantangan yang memerlukan pengelolaan bijak melalui nilai harmonisasi.
Harmonisasi dalam bernasyiah bukan berarti semua harus sama, melainkan bagaimana perbedaan tersebut dirangkai menjadi kekuatan bersama.
Nilai harmonisasi tercermin dari sikap saling menghormati antaranggota. Menghargai pendapat orang lain, meski bertentangan dengan pandangan pribadi, adalah bentuk kedewasaan nyata. Diskusi dan musyawarah harus menjadi sarana mencari solusi, bukan ajang merasa paling benar. Dengan komunikasi yang santun, suasana organisasi akan terasa lebih nyaman dan produktif.

Perempuan muda sering kali dihadapkan pada berbagai peran sekaligus: sebagai pelajar, mahasiswi, pekerja, ibu muda, pengusaha, hingga aktivis. Di sinilah empati menjadi krusial. Memahami kondisi satu sama lain akan menumbuhkan rasa saling mendukung.
Budaya saling menyemangati tanpa menghakimi akan membuat Nasyiatul Aisyiyah menjadi “Rumah Aman” yang menyenangkan bagi seluruh kadernya.
Nilai harmoni selaras dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi ukhuwah dan akhlak mulia. Bernasyiah bukan hanya soal menjalankan program kerja, tetapi proses pembentukan karakter perempuan berkemajuan yang mandiri dan peduli sesama.
Pada akhirnya, harmonisasi adalah kunci keberlangsungan organisasi. Dari perempuan muda yang rukun, akan lahir perubahan yang berkelanjutan dan manfaat luas bagi masyarakat.
Kontributor: Ainun Muthoharoh
Editor: Al-Afasy



