Jadi Pahlawan Cilik, Siswa TK ABA Baledu Kandangan Taklukkan “Frosen Outbond” Damkar Temanggung

PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG – Suasana riuh ceria menyelimuti Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Temanggung pada Selasa pagi (12/1/2026). Puluhan siswa TK ABA Baledu Kandangan tampak antusias mengikuti program Outing Class bertajuk “Frosen Outbond” (Fire, Rescue, Outbond, Simulation, Games, and Education).
Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman langsung (experiential learning) mengenai pentingnya keselamatan, keberanian, dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Tepat pukul 08.00 WIB, para siswa diajak mengenal berbagai sarana pendukung mobil pemadam, mulai dari selang raksasa (hose) hingga baju tahan panas. Menariknya, mereka baru menyadari bahwa tugas petugas Damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan Animal Rescue.
“Aku baru tahu kalau Pak Damkar juga bisa menangkap ular dan menyelamatkan kucing,” celetuk salah satu siswa dengan mata berbinar saat melihat simulasi evakuasi hewan liar.
Puncak keseruan terjadi saat simulasi pemadaman api. Anak-anak diajarkan dua metode penting:
- Metode Tradisional: Memadamkan api kecil menggunakan karung goni basah untuk melatih ketenangan.
- Metode Modern: Memegang nozzle dan menyemprotkan air langsung dari tangki mobil Damkar dengan pengawasan petugas.
Sorak sorai pecah saat air menyembur deras, memberikan sensasi menjadi “petugas cilik” yang sesungguhnya. Selain itu, mereka juga mengasah ketangkasan di jalur track outbond melalui materi evakuasi darat dan rawa.
Kepala Sekolah TK ABA Baledu Kandangan mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya mengenal nama profesi, tetapi juga menyerap nilai pengabdian. “Kami ingin menanamkan jiwa pemberani dan rasa peduli lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan raut wajah puas. Para siswa pulang membawa segudang cerita dan inspirasi untuk menjadi pahlawan bagi sesama di masa depan. Program ini diharapkan menjadi sarana literasi keselamatan publik yang berkelanjutan bagi generasi mendatang di Temanggung.
Editor: Al-Afasy



