PDM Wonosobo Gandeng BSI Perkuat Ekonomi Syariah, Teguhkan Identitas Islam Profetik

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Memperkuat pilar ekonomi dan ideologi, PDM Wonosobo resmi menjalin kerja sama strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam gelaran Hari Bermuhammadiyah, Ahad (11/1/2026). Acara yang berlangsung di GOR SMA Muhammadiyah Wonosobo ini menjadi momentum penting bagi penguatan amal usaha dan dakwah digital di wilayah tersebut.
Kerja sama yang ditandatangani oleh PDM Wonosobo dan Kepala BSI Cabang Wonosobo ini mencakup berbagai poin krusial. Mulai dari pembiayaan AUM, pengembangan aset, sarana pendidikan, literasi keuangan syariah masif, hingga integrasi layanan digital.
Sekretaris PDM Wonosobo, H. Firman Cahyadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk saling dukung untuk kemajuan persyarikatan. Selain aspek finansial, PDM juga mulai memanaskan mesin organisasi menyambut bulan suci Ramadhan yang jatuh pada Februari 2026.
“Tahun ini kami merencanakan Safari Ramadhan ke tingkat cabang untuk memastikan gerak persyarikatan lebih semarak,” ujar Firman. Ia juga menyoroti prioritas kualitas mubaligh dengan target “Satu Ranting Dua Mubaligh” melalui rencana pembukaan Sekolah Mubaligh dalam waktu dekat.
Hadir sebagai pemateri, Wakil Ketua PWM Jateng, Prof. Dr. HM. Abdul Fattah Santoso, M.Ag., membedah tiga identitas utama Muhammadiyah: Gerakan Islam, Gerakan Dakwah, dan Gerakan Tajdid. Beliau menekankan bahwa Islam Berkemajuan harus mewujud dalam amal saleh yang mencerahkan.
Dalam dimensi tajdid, Prof. Fattah mengulas konsep Islam Profetik gagasan Prof. Kuntowijoyo sebagai tafsir kontemporer atas QS. Ali Imran: 110. Konsep ini mencakup tiga pilar utama:
- Humanisasi: Mengajak kebaikan dengan tujuan memanusiakan manusia (akhlaqul karimah).
- Liberasi: Nahi munkar yang bermakna pembebasan dari sistem sosial yang buruk.
- Transendensi: Beriman kepada Allah sebagai dasar dari segala tindakan.
“Transformasi menuju dakwah digital adalah keharusan agar kita tidak terlindas zaman. Kreativitas dan inovasi dakwah harus terus diperbarui secara dinamis,” pungkas Prof. Fattah di hadapan ratusan jamaah yang hadir.
Editor: Al-Afasy



