PDM Purbalingga Pertegas AD/ART Sebagai Rel Utama Dakwah Berkemajuan

PWMJATENG.COM, PURBALINGGA – Mengawali tahun 2026, PDM Purbalingga menggelar Kajian Ahad Pon untuk memantapkan pemahaman ideologi bagi seluruh unsur persyarikatan. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (11/1/2026) ini diikuti oleh pimpinan cabang, ortom, hingga pengelola amal usaha se-Kabupaten Purbalingga.
Kajian ini menjadi ruang jeda ideologis bagi warga Muhammadiyah untuk menengok kembali rel perjuangan mereka. Wakil Ketua PDM Purbalingga, KH. Ali Sudarmo, S.Pd., menekankan pesan penting mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Dalam tausiyahnya, KH. Ali Sudarmo menegaskan bahwa AD/ART bukan sekadar dokumen administratif. Sebaliknya, dokumen tersebut adalah peta jalan yang menuntun arah gerak dakwah berkemajuan. Tanpa pemahaman utuh, langkah warga Muhammadiyah berisiko keluar dari rel dan menjauh dari ruh tajdid.
“Kesetiaan ideologis harus menjelma menjadi kesadaran kolektif. Memahami AD/ART berarti meneguhkan komitmen untuk berorganisasi dengan tertib dan berjuang demi kemaslahatan umat,” ungkap beliau.

Sejalan dengan penguatan ideologi, Ustadz Mujahidin Aziz, S.Pd.I., menyoroti aspek kaderisasi kepemimpinan. Menurutnya, keberlangsungan Muhammadiyah tidak boleh hanya bertumpu pada satu figur. Persyarikatan membutuhkan sistem kokoh yang mampu melahirkan kader ideologis dan berakhlak secara berkelanjutan.
Beliau menempatkan Pesantren Muhammadiyah sebagai pilar strategis dalam mencetak calon pimpinan. Dari rahim pesantren inilah lahir kader yang matang secara spiritual dan intelektual untuk menjaga keberlangsungan organisasi di masa depan.
Menutup rangkaian kegiatan, PDM Purbalingga menggelar musyawarah persiapan program Tarhim Ramadhan 1447 H. Forum ini bertujuan memastikan agenda dakwah selama bulan suci berjalan terencana dan berdampak luas bagi masyarakat. Dengan konsolidasi ini, Muhammadiyah Purbalingga siap menghadirkan gerakan yang sistematis dan terukur menuju masa depan.
Kontributor: Tarqum Aziz-JurnalisMu Banyumas Raya
Editor: Al-Afasy



