Kolom

Seni Bertutur Kian Luntur, Haruskah Tradisi Mendongeng Tergilas Gawai?

PWMJATENG.COM, – Di tengah gempuran era digital, seni bertutur yang menjadi warisan budaya lisan Indonesia perlahan mulai memudar dari ruang keluarga. Bangsa kita sebenarnya sangat kaya akan budaya. Kekayaan itu tidak hanya terlihat pada tarian atau busana, tetapi juga dalam tradisi mendongeng yang sarat makna.

Melalui tuturan lisan, orang tua bisa mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi berikutnya. Menjaga bahasa dan tradisi ini sejatinya adalah upaya menjaga jati diri bangsa. Namun, pada momen Bulan Bahasa ini, kita melihat kenyataan pahit bahwa kebiasaan bercerita di rumah mulai terlupakan.

Kesibukan orang tua menjadi faktor utama memudarnya kebiasaan ini. Rutinitas pekerjaan yang padat dan kelelahan fisik seringkali membuat waktu bersama anak menjadi terbatas. Akibatnya, percakapan hangat tergantikan oleh interaksi singkat yang minim kedalaman emosional.

Padahal, manfaat mendongeng untuk anak sangatlah besar. Dari tuturan sederhana, muncul rasa aman dan ikatan batin yang kuat. Cerita penuh cinta biasanya menetap lebih lama dalam ingatan anak daripada sekadar nasihat panjang.

Di sisi lain, gawai dan video daring kini menjadi teman sehari-hari anak. Dunia mereka berpindah dari ruang cerita menuju layar digital yang kaku. Komunikasi yang dahulu penuh tatapan mata kini berganti suara mesin. Fenomena ini mempercepat lunturnya seni bertutur sekaligus menjauhkan jarak emosional.

Padahal, tradisi mendongeng memiliki kekuatan yang tidak tergantikan untuk pendidikan karakter anak. Melalui alur cerita, anak belajar tentang kejujuran, kerja keras, dan empati secara alami. Dongeng membentuk manusia beradab melalui cara yang halus.

Mengembalikan tradisi ini sebenarnya tidak butuh waktu lama atau cerita rumit. Kita hanya perlu kemauan untuk hadir dan mendengarkan. Dengan menghidupkan kembali seni bertutur, kita sedang menjaga masa depan karakter anak sekaligus keberlanjutan budaya bangsa.

Kontributor: Lukman Alfaris, S.Pd., M.Pd.
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE