Rekonsiliasi Spiritual: Mengapa Islam Mewajibkan Kita Menjaga Alam?

PWMJATENG.COM, Dalam pandangan Islam, bumi bukan sekadar ruang hidup, melainkan amanah yang mesti dijaga dengan kesadaran sebagai khalifah Allah. Alam semesta adalah ayat-ayat kauniyah yang mengingatkan manusia akan kebesaran Sang Pencipta. Menjaga lingkungan bukan hanya kerja teknis, tetapi bagian dari ibadah dan ketaatan.
Islam mengajarkan bahwa alam diciptakan sebagai ruang refleksi keimanan. Allah mengingatkan bahwa alam sepenuhnya milik-Nya (Q.S. Ali ‘Imran: 26). Manusia hanya diberi amanah sementara untuk mengelola dan merawatnya secara adil. Relasi ini dibingkai oleh nilai:
- Tauhid: Kesadaran bahwa Pencipta alam adalah Allah.
- I’tidal: Keseimbangan dalam mengelola sumber daya.
- Istishlah: Orientasi pada kemaslahatan umum.
Al-Qur’an mengecam perilaku berlebihan dan perusakan di muka bumi (Q.S. Al-Isra: 26–30). Pengelolaan alam harus mempertimbangkan keadilan lintas generasi. Tantangan terbesar saat ini adalah pergeseran paradigma; lingkungan islami bukan sekadar “ornamen”, melainkan ekosistem yang memfasilitasi dzikrullah dan amal shalih.
Di tengah krisis iklim, Islam menawarkan solusi berbasis nilai:
- Rekonsiliasi Spiritual: Mengembalikan hubungan harmonis manusia dengan alam.
- Advokasi Publik: Menyuarakan dampak kerusakan alam dan pembelaan terhadap kaum mustadh’afin yang dirugikan oleh eksploitasi elit.
- Fikih Transisi Energi: Mendorong keadilan pangan dan energi yang berkelanjutan.
Kontributor: Alvin Qodri Lazuardy, S.Ag, M.Pd (Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah)
Editor: Al-Afasy



