Pesan Prof Abdul Fattah di Wonosobo: Tajdid & Islam Profetik

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo menggelar Pengajian Pimpinan Hari Bermuhammadiyah di GOR SMA Muhammadiyah Wonosobo, Ahad (11/1/2026). Momentum ini menandai langkah besar penguatan ekonomi melalui kerja sama strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) serta pendalaman ideologi melalui konsep Islam Profetik.
Dalam acara tersebut, PDM Wonosobo dan BSI resmi menandatangani kesepakatan pembiayaan keuangan syariah. Kerja sama ini mencakup pengembangan aset Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sarana pendidikan, hingga integrasi layanan digital. “Kran telah dibuka, semoga berdampak positif untuk gerak AUM dan persyarikatan ke depan,” ujar Sekretaris PDM Wonosobo, H. Firman Cahyadi.
Wakil Ketua PWM Jateng, Prof. Dr. HM. Abdul Fattah Santoso, M.Ag., dalam tausiyahnya menekankan tiga identitas Muhammadiyah: Gerakan Islam, Gerakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dan Gerakan Tajdid. Beliau menegaskan bahwa Islam Berkemajuan menuntut kemurnian akidah sekaligus pembaruan (dinamisasi) dalam aspek muamalah duniawiyah, termasuk keharusan transformasi ke dakwah digital.
Menutup kajian, Prof. Abdul Fattah membedah konsep Islam Profetik (Gagasan Prof. Kuntowijoyo) sebagai interpretasi QS. Ali Imran 110:
- Transendensi: Keimanan kepada Allah (tu’minunabillah).
- Humanisasi: Memanusiakan manusia melalui amar ma’ruf.
- Liberasi: Pembebasan dari sistem buruk melalui nahi munkar.
Editor: Al-Afasy



