BAD PDPM Wonosobo: Spirit Kaderisasi di Tabligh Institute

PWMJATENG.COM, Yogyakarta — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Wonosobo sukses menyelenggarakan Baitul Arqom Dasar (BAD) di Tabligh Institute Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (10/1). Kegiatan ini menjadi langkah krusial untuk menstandarisasi kompetensi ideologis pimpinan tingkat cabang.
Berbeda dengan lazimnya, fokus peserta BAD kali ini diarahkan langsung kepada para ketua dan sekretaris bidang pimpinan cabang yang belum pernah mengikuti perkaderan formal. Ketua Panitia, Trisno Sujati, menekankan bahwa pimpinan harus menjadi teladan sebelum menggerakkan anggota di akar rumput.
“Kita prioritaskan pimpinan cabang terlebih dahulu. Berdasarkan data di aplikasi MyPemudaMu, tercatat 44 peserta mengikuti agenda intensif ini,” jelas Jati.

Ketua PDPM Wonosobo, Adinda Satria Bagus, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas undangan langsung Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. Fathurrahman Kamal. Adinda juga menyoroti keunikan pelaksanaan kali ini, di mana prosesi pembukaan dilakukan secara adaptif di dalam bus selama perjalanan.
“Itulah dinamika Pemuda Muhammadiyah. Kita tidak selalu bisa kaku (saklek), harus mampu membaca keadaan dan memberikan solusi tanpa mengurangi esensi kaderisasi,” tegas Adinda.
Melalui BAD ini, PDPM Wonosobo berharap lahirnya pimpinan cabang yang memiliki ketajaman visi organisatoris dan kemantapan ideologi Islam Berkemajuan. Sinergi antara pemanfaatan teknologi (MyPemudaMu) dan penguatan nilai spiritual di Tabligh Institute diharapkan mampu mengoptimalkan gerakan pemuda di Wonosobo ke depan.
Editor: Al-Afasy



