Bijak Berinternet, Cara Kader Muhammadiyah Danurejo Berdakwah

PWMJATENG.COM, Temanggung — Generasi muda di Desa Danurejo diajak untuk lebih mawas diri dalam berselancar di dunia maya. Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) Danurejo menggelar Kajian NGOPI (Ngobrol Perkara Iman) Spesial di Masjid Darul Muttaqien, Jumat (9/1) malam.
Menghadirkan Firman Santoso, M.Pd. (Kepala Sekolah MIMDA) sebagai pemateri, kajian ini membedah fenomena media sosial yang diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Firman mencontohkan tokoh sukses seperti Forrest Lee yang mampu mengonversi platform digital menjadi nilai manfaat ekonomi dan sosial.
“Media sosial bisa menjadi sarana belajar, berdakwah, dan berwirausaha. Namun, tanpa kebijaksanaan, platform ini bisa memicu tawuran, pergaulan bebas, hingga jeratan hukum akibat hoaks,” papar Firman di hadapan sekitar 40 peserta.
Kajian rutin malam Sabtu ini menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan di media sosial bukanlah viralitas, melainkan kebermanfaatan. Kader PM dan NA didorong untuk memproduksi konten yang mencerahkan dan bertanggung jawab secara moral.
Melalui NGOPI Spesial ini, PM dan NA Danurejo berkomitmen mencetak generasi yang cerdas digital namun tetap teguh pada nilai-nilai keimanan, sehingga internet dapat menjadi wasilah (sarana) menuju masa depan yang lebih baik.
Editor: Al-Afasy



