KKL Pendidikan Biologi UMS Eksplorasi Botani di BRIN Bogor

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di fasilitas penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bogor. Kunjungan yang diikuti oleh 10 mahasiswa dan satu dosen pendamping ini berfokus pada koleksi awetan kering di bidang botani dan biologi.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada kekayaan biodiversitas Indonesia yang terdokumentasi dalam bentuk spesimen kering, sekaligus memberikan pengalaman praktis terkait metode pengawetan, identifikasi, dan dokumentasi tanaman.
Dosen pendamping sekaligus penanggung jawab KKL, Dr. Efri Roziaty, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai konservasi tumbuhan.
“Pengalaman ini membuka perspektif baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana sumber belajar biologi tidak hanya diperoleh dari buku, tetapi juga dari koleksi ilmiah yang nyata,” ujarnya saat diwawancara, Sabtu (29/11).
Kunjungan yang dilaksanakan pada Jumat (14/11) tersebut menghadirkan penjelasan langsung dari peneliti BRIN mengenai proses pembuatan herbarium. Mahasiswa memperoleh pemahaman tentang teknik penyimpanan hingga pemanfaatan koleksi sebagai bahan penelitian dan pembelajaran.

Efri menjelaskan bahwa prosedur pengawetan herbarium menggunakan standar ilmiah yang ketat untuk menjaga kualitas dokumentasi flora. Proses dimulai dengan pengambilan sampel tanaman di lapangan yang disertai pencatatan detail mengenai lokasi, waktu, dan kondisi habitat.
“Sampel dibersihkan, lalu disusun di antara kertas khusus herbarium. Setiap lembar diletakkan di atas aluminium bergelombang untuk memperlancar aliran udara selama proses pengeringan. Spesimen kemudian dipres dan dikeringkan menggunakan oven listrik bersuhu 60–70°C,” jelasnya.
Setelah pengeringan, spesimen dibekukan pada suhu -20°C selama lima hari untuk memastikan tidak ada kontaminasi mikroorganisme. Tahap akhir adalah pemindahan spesimen ke ruang penyimpanan sebagai bagian dari koleksi permanen.
Efri berharap pengalaman lapangan ini dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam riset maupun kegiatan akademik lainnya.
“Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam penelitian selanjutnya, sekaligus memahami peran penting lembaga riset seperti BRIN dalam pelestarian biodiversitas Indonesia,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Yasin Amanullah, mengaku mendapatkan wawasan baru selama mengikuti KKL.
“Kegiatan ini sangat mengesankan dan bermanfaat. Program KKL memberi insight baru dalam dunia riset, khususnya bidang biologi,” tuturnya.
Kontributor: (Roselia/Humas)
Editor: Al-Afasy



