BeritaNasional

Manfaatkan AI, Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Harapkan Seluruh PWM dapat Mewarnai Media Digital

PWMJATENG.COM, Tangerang – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pada hari kedua Pelatihan Manajemen Reputasi Digital, Sabtu (30/8/2025), para peserta mendapatkan materi khusus mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan pemberitaan bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Narita, Tangerang, Banten, itu menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi Muhammadiyah, yakni Nurudin dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Fajar Junaedi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dalam pemaparannya, Nurudin menekankan bahwa AI telah membawa kemudahan dalam dunia pemberitaan. “Di era digital, pembuatan berita sangat dimudahkan dengan adanya AI. Namun, perlu diperhatikan etika jurnalistik dan kebijakan organisasi,” ujarnya di hadapan para peserta.

Menurutnya, teknologi tidak boleh digunakan secara sembarangan. Ia mengingatkan bahwa berita yang dihasilkan tetap harus sesuai kaidah jurnalistik, menjaga akurasi data, serta tidak keluar dari prinsip organisasi Muhammadiyah. “AI hanya sebuah alat, sedangkan manusia tetap menjadi penentu kualitas informasi,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Fajar Junaedi memberikan pelatihan teknis terkait penggunaan AI, khususnya ChatGPT, dalam proses pembuatan berita. Ia menjelaskan bahwa AI bisa dimanfaatkan untuk mempercepat penulisan, merapikan struktur bahasa, hingga membantu meningkatkan keterbacaan sebuah artikel.

Baca juga, Ikuti Pelatihan Reputasi Digital, PWM Jateng ‘Ditantang’ Gelar Pelatihan Serupa untuk Daerah

“ChatGPT dapat digunakan sebagai mitra dalam menulis. Tetapi jangan sampai menyerahkan sepenuhnya pada mesin. Kreativitas dan kontrol tetap berada di tangan penulis,” tutur Fajar saat memberikan contoh praktik penggunaan AI dalam penulisan berita.

Para peserta yang terdiri dari perwakilan PWM zona barat tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana menjaga orisinalitas berita jika dibantu AI. Ada pula yang menanyakan tentang risiko plagiarisme serta cara menghindarinya.

Menanggapi pertanyaan itu, Nurudin menegaskan kembali pentingnya penguasaan kaidah jurnalistik. Ia menilai AI bisa menjadi sahabat baru bagi insan persyarikatan, asalkan digunakan dengan cerdas dan tidak menggantikan peran manusia sepenuhnya.

Fajar menambahkan bahwa AI justru dapat membantu kader Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas publikasi organisasi di ranah digital. “Kalau dipakai dengan benar, teknologi ini bisa memperkuat reputasi Muhammadiyah di media online. Tetapi tetap harus ada pengawasan agar konten yang disebarkan tidak menyimpang,” jelasnya.

Pelatihan Manajemen Reputasi Digital ini diikuti puluhan peserta dari PWM se-zona II yang meliputi wilayah barat Indonesia. Kegiatan berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) dan akan berakhir pada Ahad (31/8/2025).

Selain materi tentang AI, pelatihan ini juga membekali peserta dengan strategi komunikasi publik, pengelolaan konten media sosial, serta manajemen isu digital. Tujuannya agar para pimpinan wilayah mampu menjaga citra organisasi di tengah derasnya arus informasi di dunia maya.

Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE