BeritaTokoh

Dodok Sartono: Kunci Reputasi Organisasi Ada pada Kejujuran dan Integritas

PWMJATENG.COM, Tangerang – Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dodok Sartono, menegaskan bahwa reputasi sebuah organisasi tidak mungkin dibangun hanya dengan program besar. Menurutnya, reputasi yang baik lahir dari pondasi personal setiap individu di dalam organisasi.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Hotel Narita, Tangerang, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Dalam rangka meningkatkan reputasi organisasi, maka yang paling utama adalah membangun kepercayaan atau trust kepada jemaah dan masyarakat,” ujar Dodok. Ia menilai, tanpa kepercayaan publik, organisasi apa pun akan kesulitan mengembangkan pengaruhnya.

Dodok menekankan, aspek personal merupakan pondasi reputasi organisasi. Menurutnya, reputasi lembaga akan terbentuk dari perilaku, sikap, serta integritas para anggotanya.

“Trust itu dibangun dengan kompetensi individu dan integritas. Kalau dua hal ini lemah, maka organisasi akan goyah,” jelasnya. Ia menambahkan, setiap pimpinan maupun anggota Muhammadiyah harus berupaya menjaga kualitas diri agar dipercaya oleh masyarakat.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa reputasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan konsistensi dalam menjaga nilai-nilai moral dan profesionalitas. Tanpa kesungguhan, upaya membangun citra hanya akan terlihat sebagai pencitraan sesaat.

Baca juga, Muhammadiyah Gelar Pelatihan Reputasi Digital, Sekretaris PWM Jateng Dodok Sartono Tekankan Pentingnya Branding Profesional

Dalam pemaparannya, Dodok juga mengaitkan pentingnya reputasi dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menyebutkan beberapa ayat yang menjadi pedoman dalam membangun integritas dan kepercayaan.

Pertama, sifat jujur dan amanah sebagaimana termaktub dalam Al-Ahzab ayat 72 dan Al-Anfal ayat 27. Kedua, konsistensi dalam ucapan dan tindakan sesuai dengan As-Shaf ayat 2–3. Ketiga, profesionalitas serta kompetensi yang dijelaskan dalam Al-Qashash ayat 26 dan Yusuf ayat 55.

“Jujur dan amanah itu dasar. Kalau orang Muhammadiyah tidak bisa menjaga kejujuran, bagaimana mungkin masyarakat percaya? Begitu juga integritas dan konsistensi, itu harga mati,” tutur Dodok di hadapan peserta.

Lebih jauh, Dodok mengingatkan bahwa setiap individu Muhammadiyah membawa nama organisasi. Ia menegaskan, kesalahan kecil dari anggota bisa berdampak besar terhadap citra Muhammadiyah di mata publik.

“Reputasi organisasi sangat bergantung pada kualitas personal. Maka setiap orang harus sadar bahwa tindakannya menjadi cermin bagi persyarikatan,” katanya.

Menurutnya, kompetensi dan integritas adalah dua hal yang saling melengkapi. Kompetensi tanpa integritas bisa menjerumuskan, sementara integritas tanpa kompetensi akan membuat seseorang tidak efektif dalam menjalankan peran.

Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE