
PWMJATENG.COM, Magelang – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mencatat prestasi membanggakan pada Wisuda ke-84 Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2024/2025. Sebanyak 155 mahasiswa resmi diwisuda dalam acara yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 UNIMMA, Kamis (28/8).
Acara ini menjadi momen bersejarah bagi para wisudawan, terutama Linda Rizky Tri Untari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam (FAI). Ia berhasil menjadi wisudawan terbaik universitas dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,98. Tak kalah menarik, Jumari, anggota Badan Pembina Harian (BPH) UNIMMA sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, turut diwisuda sebagai lulusan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Rektor UNIMMA, Lilik Andriyani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas perjuangan mereka menuntaskan studi. Ia menegaskan bahwa UNIMMA merupakan rumah belajar seumur hidup bagi siapa pun yang ingin terus berkembang. “Atas nama Universitas Muhammadiyah Magelang, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan,” ujarnya.
Baca juga, Ibrah di Balik Tugas-Tugas Kenabian Muhammad SAW
Lilik menambahkan, capaian luar biasa pada wisuda kali ini menunjukkan konsistensi UNIMMA dalam menjaga mutu akademik. Sebanyak 64% dari total lulusan berhasil meraih predikat cumlaude. Ia juga menyoroti pencapaian Program Studi Ilmu Komunikasi yang seluruh mahasiswanya lulus dengan penyetaraan skripsi, predikat cumlaude, serta memiliki sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Hal ini menunjukkan bahwa lulusan UNIMMA tidak hanya menyandang gelar akademik, tetapi juga memiliki keterampilan profesional yang diakui secara nasional sebagai bekal menghadapi dunia kerja,” tegasnya.
Sementara itu, Ahmad Muttaqin, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, turut hadir memberi sambutan. Ia mengingatkan bahwa lulusan UNIMMA harus mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan keunggulan karakter dan nilai. Menurutnya, perubahan zaman yang serba cepat membuat tuntutan mutu lulusan semakin tinggi.
“Perubahan terjadi begitu cepat dan dahsyat, yang menyebabkan tuntutan mutu makin tinggi. Sehingga, hanya yang memiliki keunggulan yang akan mampu bertahan,” ungkapnya.
Muttaqin juga berpesan agar sarjana Muhammadiyah tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Ia menegaskan pentingnya peran lulusan dalam memberi solusi di tengah problematika masyarakat. “Sarjana Muhammadiyah harus aktif memberikan jawaban di tengah tantangan yang semakin kompleks,” katanya.
Kontributor : Arin
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha