
PWMJATENG.COM, Surakarta – Sebanyak 84 murid kelas VI SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Baitul Arqam Spirit Ramadan 1446 H di Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Rabu-Kamis (19-20/3/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an murid, terutama di bulan suci Ramadan.
Tahun ini, Baitul Arqam mengangkat tema “Menggapai Kemuliaan Ramadan Bersama Al-Qur’an”. Ketua panitia, Mohamad Iqbal Baehaqi, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk membangun kecintaan dan interaksi murid dengan Al-Qur’an.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang melibatkan murid sebagai pembawa acara dan pembaca ayat suci Al-Qur’an. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Al Islam, dan Kemuhammadiyahan, Siti Junaidati, memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada peserta.
“Anak-anak harus lebih semangat dalam mengikuti kegiatan ini dan mengambil pelajaran dari setiap sesi yang diberikan,” pesannya.
Hari pertama, murid mengikuti program Sehari Bersama Al-Qur’an (SBQ) dengan bimbingan mahasantri Pesma KH Mas Mansur. Mereka dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing didampingi satu mahasantri untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka.
Baca juga, Khutbah Jumat: Wakaf sebagai Instrumen Kesejahteraan Umat
Para peserta menyetorkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan koreksi dari pendamping. Tak hanya itu, mereka juga menyetorkan bacaan salat, zikir, dan doa setelah salat. Kegiatan berlangsung dari siang hingga menjelang berbuka puasa, dengan antusiasme tinggi dari para murid.

Hari kedua, peserta mendapatkan motivasi sukses menghadapi Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) dari Nur Rokhim, Kepala SMP Muhammadiyah Pondok Manafiul Ulum, Sambi, Boyolali. Ia menekankan pentingnya interaksi yang baik dengan Al-Qur’an untuk meraih hasil terbaik.
“Perbaiki kualitas interaksi kita dengan Al-Qur’an, maka Allah akan memberikan pertolongan dan petunjuk dalam menghadapi setiap persoalan, termasuk PSAJ,” ungkapnya.
Sebagai penutup, murid mengikuti khataman Al-Qur’an secara berjemaah. Setiap peserta membaca tiga lembar dari masing-masing juz yang telah dibagi sehingga 30 juz dapat diselesaikan bersama.
Kegiatan diakhiri dengan evaluasi dan pemberian apresiasi bagi peserta paling aktif. Salah satu murid yang mendapat penghargaan, Zaki Adiyatma Alfirisi, mengaku semakin termotivasi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’annya.
“Semoga bacaan saya bisa sebagus kakak mahasantri yang menjadi imam salat,” ucapnya dengan penuh semangat.
Kontributor : Gede
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha