Surprise! Ini Dia Kado Spesial ala IPM dan HW SMA-SMK Muhammadiyah Mayong di Hari Guru

0
219
PWMJATENG.COM, JEPARA -Sebuah pendidikan tak akan bisa berlangsung tanpa adanya murid dan guru. Khusus untuk kata yang terakhir tadi, guru menjadi komponen penting dalam pendidikan. Bagaimana tidak penting, keilmuan murid-murid ada berkat hadirnya guru. Sungguh besarnya jasa guru akhirnya menjadikan pemerintah membuatkan hari guru. Tahun ini di tahun ke-73, Hari Guru jatuh pada tanggal 25 November 2018. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, ada sekolah yang memperingati tanggal 26 November 2018karena tanggal 25 merupakan hari Ahad dan sekolah pun libur.
Merespon momentum tersebut, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) dan Hizbul Wathan (HW) SMA-SMK Muhammadiyah Mayong memberikan surprise kepada guru-guru mereka. Awalnya pada pagi hari (26/11) menjadi pagi yang cukup menarik, manakala memang dari kesiswaan menunjuk beberapa guru untuk menjadi petugas upacara peringatan hari guru di hari Senin. Upacara ini diapresiasi sangat memuaskan oleh pembina upacara sekaligus kepala SMA Muhammadiyah Mayong yaitu Drs Hery Totowiyono. Beliau mengatakan ada nuansa yang berbeda, dimana biasanya guru hanya menyuruh muridnya untuk melakukan yang terbaik dalam latihan dan pelaksanaan upacara, akan tetapi pagi itu guru memberikan contoh langsung bagaimana menjadi petugas yang baik. Sesuatu yang sangat luar biasa, apalagi upacara tersebut juga memakai seragam batik nasional Muhammadiyah, sehingga petugas terlihat kompak.
Setelah upacara selesai, sekitar 13 Anggota HW mempersembahkan kejutan dengan menampilkan Baris Berbaris menggunakan 4 variasi. Di akhir variasi ada kejutan dari salah satu siswi yang muncul tiba-tiba dari dalam kotak seukuran kardus kulkas. Acara dilanjutkan dengan beberapa kejutan lainnya dari beberapa kelas. Murid dan guru saling bersalaman sehingga pagi hari itu tak terbendung berapa liter air mata yang keluar.
Melanjutkan persembahan dari siswa-siswi, diputarkan sebuah video dan dibacakan sebuah puisi di dalam kantor guru, sehingga suasana menjadi haru. Tidak sampai di situ saja, salah satu hal yang mengejutkan di hari guru kali ini adalah adanya #gerakan1000pecel. Gerakan 1000 pecel ini bertujuan untuk merekatkan kebersamaan antara guru dan murid dengan cara makan bersama.
Pembina IPM, Ibu Hanif Laili Hidayah mengaku terkesan dengan apa yang dipersembahkan oleh siswa-siswi. Beliau berkata “ini merupakan pertama kali siswa-siswi menghadirkan Latihan Baris Berbaris (LBB) dengan variasi, dan ada gerakan 1000 pecel, prestasi dan kegiatan yang luar biasa. Kami dari para guru mengucapkan terima kasih atas persembahan siswa-siswi”.
Ketua Panitia, Rizal Aprilianto mengatakan “hari ini kami totalitas dalam mengadakan kegiatan ini, untuk variasi LBB hampir tiap hari kami latihan. Untuk mengkondisikan lapangan, kami berkoordinasi dengan kesiswaan untuk hari bebas kendaraan di area sekolah. Dan untuk gerakan 1000 pecel, alhamdulillah bisa terlaksana dengan dana mandiri berkat kesepakatan dan koordinasi antar kelas”.
Terlihat siswa-siswi, dan bapak ibu guru serta karyawan SMA-SMK Muhammadiyah Mayong menikmati hari itu dengan penuh haru dan riang gembira. Selamat hari guru. Tanpa guru apa jadinya aku.
Penulis: Roynaldy Saputro/ Pembina PR IPM SMA Muhammadiyah Mayong | Editor: Tuti Astha3