Pradana Boy: Aktifis Mahasiswa Sekarang Mengalami Penurunan Gairah Aktifisme

0
44
Pradana Boy saat sampaikan materi di acara masta di Unimus

PWMJATENG.COM – Semarang, Masa Taaruf Ikatan mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menjadi momen penting bagi organisasi otonom Muhammadiyah untuk kalangan mahasiswa tersebut mengenalkan diri kepada para mahasiswa baru terutama di kampus perguruan tinggi Muhammadiyah.

Jumat, 7 September 2018, IMM Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menghadirkan Pradana Boy ZTF, kader Muhammadiyah asal Jawa Timur sebagai nara sumber dalam kegiatan hari itu. Dengan dimoderatori oleh Teguh Hadi Prayitno seorang jurnalis Televisi yang juga Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng. Boy memberikan materi tentang pentingnya kiprah mahasiswa dalam organisasi kampus. Boy juga menceritakan kisah perjalanan hidupnya sejak awal kuliah hingga sekarang yang terhitung sukses sebagai kader di ranah publik.

Masta IMM Unimus
Pradana Boy di hadapan Mahasiswa Baru Unimus

Boy mengkritik keberadaan aktifis mahasiswa sekarang yang dipandangnya jauh berbeda dari aktifis mahasiswa di era 90 an, yang menurutnya mengalami perubahan orientasi dan berkurangnya aktifismenya.

“Aktifis dulu 1990 dan sekarang sangat berbeda tentu berkaitan dengen situasi sosial kemasyarakatan keagamaan dan iklim intelektual, 90an buku pemikiran banyak dilahap mahasiswa meskuipun bukan dari studi islam seneng sekali, tapi sekarang pasar buku lesu, buku yang digemari mahasiswa bukan buku pemikiran yang berat tapi senangnya semacam novel, itu merupakan perubahan orientasi aktivisme atau penurunan gairah aktifisme” terang Boy

“Gairah membaca berkurang, lanjutnya, karena godaan revolusi teknologi informasi, mahasiswa kadang lupa bahwa ada proses belajar yang tidak boleh lupa yaitu membaca dengan ada gurunya saya sebut literasi traditional, aktivisme semakin berkurang” imbuhnya

Saat ditanya mengenai aktifis mahasiswa saat ini yang tak sekritis era pemerintahan lalu Boy menilai bahwa perkembangan tekonologi ikut andil menjadikan mahasiswa apolitis dan asosial.

“Mahasiswa menjadi asosial karena perkembangan tekonologi informasi menjadikan mahasiswa dan generasi muda menjadi asosial jangan2 asosial, jadi mau ada apaun yang penting asik dengan dirinya sendiri” tegasnya.

Rofiqoh, Ketua masta IMM Unimus berharap agar masta bisa menjadikan Mahasiswa Unimus untuk bersemangat ikut tergaung di IMM dan membentuk karakter sesuai harapan kampus.

“Mahasiswa Unimus semangan ber IMM dan memiliki karakter seperti yang diharapkan oleh unimus” terang gadis asal Pekalongan tersebut.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan atraksi dari tapak Suci dan hizbul Wathan Unimus

Acara dimulai sejak jam 6 pagi dan pukul 17.00 ditutup oleh rektor Unimus Masrukhi (TR)

TINGGALKAN KOMENTAR