Pemuda Muhammadiyah Jateng Cari Terobosan di Tengah Pengaruh NII

0
334

GROBOGAN– Pemuda
Muhammadiyah (PM) Jawa Tengah menyatakan siap mencari terobosan agar kalangan
pemuda tidak terjerumus paham Negara Islam Indonesia (NII).

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM)
Jateng, Pujiono M. M, usai melantik Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah
(PDPM) Grobogan periode Muktamar XIV masa bakti 2011-2015, di SMA
Muhammadiyah Purwodadi, Selasa (17/5).

”Bagi Pemuda Muhammadiyah, NKRI itu harga mati maka kami siap mencari
terobosan agar kalangan pemuda tak terjerumus,” kata Pujiono.

Hadir pada pelantikan itu, Ketua PDM Grobogan, H. Bambang Saíbani,
Sekretaris KNPI Grobogan Moh. Amin S.Pd, Wakil Ketua PKS Widiyanto SE, dan
jajaran PWPM Jateng.

Ditambahkan Pujiono, Islam itu agama yang rahmatan lil alamin dan
tidak ada sekat yang memisahkan satu dengan yang lain di negara ini.

”NII yang dicita-citakan sekelompok orang, adalah sebuah ilusi yang
jauh, dan tidak mungkin di negara ini. Meski begitu, Pemuda Muhammadiyah
menganggap hal itu tantangan, mengingat yang direkrut sebagian besar
kalangan muda,” tegas Pujiono.

Multitafsir

Banyak orang belajar ilmu agama secara instan melalui jaringan
Internet atau hanya belajar dari buku, menurut Pujiono merupakan salah
satu penyebab munculnya gerakan NII. Dikarenakan tidak secara lengkap
dan hanya melalui proses singkat sehingga menimbulkan multitafsir.

Ketua PDPM Grobogan yang baru dilantik Rois Hamdani M. Ag mengatakan,
siap menjalankan program pendidikan dasar dengan mendirikan SD
Muhammadiyah di Purwodadi, dan sekitarnya. Pasalnya, selama ini memang
belum ada.

”Lulusan TK Aisyiyah Bustanul Atfal (ABA) selama ini melanjutkan
sekolah di sekolah lain, karena belum ada SD Muhammadiyah. Yang ada
malah SMP dan SMA Muhammadiyah,” ujarnya. Ketua PDM Grobogan, Bambang
Saíbani, dan Sekretaris KNPI Moh Amin mendukung rencana tersebut.