Ketua MDMC: Masyarakat Harus Tingkatkan Pengetahuan Tentang Bencana Alam

0
140
Naibul Umam, Ketua MDMC Jateng saat memaparkan materi tentang siapsiaga Bencana di Desa Rowosari Kec. Weleri Kendal (3/2/2019)

PWMJATENG.COM – Kendal, Indonesia salah satu negara yang berada pada lintasan patahan bumi dan memiliki gunung berapi terbanyak di dunia menjadi negara yang paling rawan terhadap bencana alam.

Untuk meminimalisir dampak dari bencana alam yang sering timbul maka Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah mengadakan sosialisasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat dan relawan di desa Rowosari, Kecamatan Weleri Kendal, di Gedung MI Muhammadiyah Pojoksari (3/2/2019)

Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bencana alam sering kali membuat dampak yang ditimbulkan dari bencana tersebut tidak bisa dimimalisir, terlihat dari beberapa bencana yang terjadi di indonesia seringkali memakan korban jiwa yang tidak sedikit, tentunya butuh evaluasi dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

Masyarakat seringkali mengabaikan tanda-tanda alam bahwa bencana mengancamnya belum lagi faktor ketidaktahuan dalam mencegah dan meminimalkan dampak bencana membuat bencana menimbulkan dampak yang semestinya bisa dihindari, seperti yang dikatakan Naibul Umam, ketua MDMC Jateng pada saat memaparkan materinya pada acara tersebut.

“bencana apapun di indonesia ada, seringkali masyarakat kita itu abai terhadap tanda-tanda bencana, padahal tanda-tnada itu ada, masyarakat kerap lalai tanda-tanda alam, termasuk banjir dan tsunami itu sebenarnya ada (tanda-tandanya), saya mengharap pada warga Muhammadiyah untuk bisa mempelajari sebaik-baiknya meningkatkan pengetahuan kapasitas penanggulangan bencana sehingga bisa menyelamatkan diri dan keluarganya” tutur Umam.

Menurut umam, Muhamamdiyah harus meningkatkan perannya secara menyeluruh dari tingkat ranting hingga pusat dalam siapsiaga bencana, pasalnya menurut Umam, Muhamamdiyah punya potensi SDM dan dukungan sarana prasarana yang sangat memadai.

Naibul Umam (baju orange) ketua MDMC Jateng bersama Khafidz Sirotuddin (Baju Putih) foto bersama relawan tanggap bencana dari Aisyiyah, paska acara sosialisasi kesiapsiagaan bencana di Rowosari Kendal (3/2/2019)

“Muhammadiyah punya potensi yang sangat besar baik dari jumlah warga sumber daya yang dimiliki baik financial, sarana dan prasarana, maka perlu dioptimalkan peranannya, saya himbau mereka yang ada di kawasan rawan bencana, membentuk tim siaga bencana tingkat cabang dan ranting, mereka akan menjadi narahubung bagi teman-teman MDMC dari lapangan ke posko komando” pungkasnya.

Unwan. Ketua MDMC Desa Rowosari berharap, pasca sosialisasi tersebut, masyarakat mengerti tentang tanggap bencana. “Diharapkan masyarakat tau bagaimana menanggulangi bencana, sehingga jika ada bencana dampaknya seminimal mungkin, semoga kedepannya ada koordinasi yang jelas dari daerah hingga ranting agar tidak terjadi simpang siur informasi” tegasnya

Unwan juga menuturkan rencananya akan membentuk tim relawan di desa Rowosari agar ketika terjadi bencana yang sering menghinggapi desa tersebut bisa ditanggulangi dengan baik. Rowosari sering dilanda banjir, karena terletak di dekat pantai utara pulau jawa.

Sementara itu Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Jateng, Khafidz Sirotuddin yang ikut hadir saat itu, juga memberikan motivasi kepada peserta sosialisasi, tentang pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kader Muhammadiyah dalam ikhtiyarnya masuk ranah kebangsaan, baik yang menjadi calon legislatif maupun calon Dewan Perwakilan Daerah.

Peserta yang hadir dalam acara tersebut mencapai 60 orang dari unsur ortom Muhamamdiyah yakni Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhamamdiyah, Tapak Suci dan IPM. (*)