Kebumen Beriman, Mewarnai Mahasiswa UM Purwokerto dalam Pengabdian

0
845

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Keimanan selalu melekat dengan UMP. Dalam melaksanakan tugas suci Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto tak mau jauh dari komitmennya dalam pengembangan sumber daya pedesaan berkelanjutan.

Rabu (26/07/2017), bertempat di Pendapa Kecamatan Gombong, UMP melepas mahasiswanya untuk melaksanakan pengabidan kepada masyarakat yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pelepasan diawali dengan berbagai hiburan dari grup band SMA Muhammadiyah Gomong dengan lagu-lagu yang apik. Serah terima mahasiswa KKN secara resmi diserahkan oleh Rektor UMP Dr. Syamsuhadi Irsyad,SH,MH dan diterima langsung Bupati Kebumen Ir. H. Muh. Yahya Fuad.

Acara dihadiri Kabag Kesra, Muspika, Ketua PCM dan PRM, Kepala Desa, serta Ketua LPPM Dr Suwarno. M.Si.

Dalam sambutannya Rektor UMP, Dr. Syamsuhadi Irsyad, SH, MH menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kebumen yang telah membuka peluang kerjasama dengan UMP.

“Pada periode KKN semester gasal tahun 2017. UMP memberanagkatkan KKN dalam tiga kelompok, yaitu KKN Internasional, KKN Muhamamdiyah di Sumatera Selatan dan KKN reguler di lima kabupaten,” ungkap Rektor.

Menurutnya, slogan Kabupaten Kebumen Beriman diharapkan mampu mewarnai mahasiswa UMP dalam melaksanakan KKN.

“Ketika melaksanakan kegiatan dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Syamsuhadi Irsyad, dengan banyaknya peserta KKN dari berbagai Perguruan Tinggi di Kebumen, diharapkan mahasiswa UMP mampu menggali potensi yang unggul modern dan Islami.

Sementara itu, Bupati Kebumen Ir.H. Yahya Fuad menyampaikan, mahasiswa KKN kali ini ditempatkan di desa katagori miskin, kecuali Gombong. Bupati berharap, mahasiswa bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa merokok akan mengurangi pendapatan warga. Menurutnya pendapatan yang kecil akan dikurangi untuk biaya rokok yang besar.

“Mahasiswa juga harus bisa mmeberikan contoh bagaimana menanam dan merawat tanaman yang dapat mmeberikan kontribusi penghasilan,” tandasnya.

Yahya Fuad menambahkan sakit yang dialami masyarakat salah satunya akibat tangan yang kotor saat makan, oleh karena itu mahasiswa harus bisa mmeberikan penerangan bagaimana budaya hidup bersih pada masyarakat.

“Akhirnya selamat ber KKN, semoga program-program yang dikoordinasikan dengan kecamatan dan desa dapat berhasil dengan baik,” pesan Yahya.(eka/tgr)