80 Kader Aisyiyah Menjadi Caleg di Jateng

0
522
eni winaryati
Eni Winaryati, Saat menjadi moderator dalam diskusi dengan narasumber Khusnul Mariyah, di gedung Dakwah Muhammadiyah jateng (2/2/2019)

PWMJATENG.COM – Semarang, ratusan pimpinan Aisyiyah se Jawa Tengah berkumpul di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jawa Tengah, di jalan Singosari Raya No.33 Semarang, pada 2 pebruari 2019.

Pertemuan tersebut dalam rangka mengikuti acara Konsolidasi Organisasi dengan pokok bahasan partisipasi Aisyiyah dalam pemilu di Jawa Tengah. Acara tersebut menghadirkan 3 pembicara, yaitu Maryuni, anggota DPRD Propinsi jateng Fraksi PAN, Sri Dewi Indrayanti dari DP3AKB Propinsi Jateng, dan Rofiudin dari bawaslu Jateng serta Khusnul Mariyah, Dosen UI dan Aktifis Perempuan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan penyadaran bagi kader Aisyiyah di Jateng tentang pentingnya peran kebangsaan dari kader Aisyiyah yang harus diambil, serta upaya agar Aisyiyah ikut menjaga dan mewujudkan agar pemilu di Jateng berjalan dengan aman, jujur dan adil.

“Maksud acara ini agar Aisiyah bisa mengambil peran-peran positif seperti dalam pengawasan, pemantau pemilu juga dalam edukasi terhadap masyarakat, Sehingga ada penyadaran di Aisyiyah dalam berbangsa dan bernegara” terang Eni Winaryanti, selaku koordinator acara.

Menurut Eni, Asyiyah dituntut lebih dinamis dan progresif dalam bidang politik, “Aisyiyah abad kedua harus progresif ,dinamis, kreatif dan aktif bahwa yang harus di perangi itu tak hanya ekonomi namun juga bidang politik, sehingga warga aisyiyah itu faham apa yang harus dilakukan kapasitas sebagai warga berbangsa dan bernegara.” Tegasnya.

Menurut, Umul baroroh, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jateng, menegaskan bahwa Aisyiyah tidak boleh buta politik, sehingga dirinya mendorong kader Aisyiyah mengambil perang-perang dalam politik praktis baik dengan menjadi calon legislatif, calon dewan perwakilan daerah, atau pengawas dan penyelenggara pemilu.

“Mengawal dan mendorong kader untuk aktif di kegiatan politik, ambil bagian di kegiatan politik, dengan menjadi caleg, dpd, mengawal pemilu di pileg dan pilpres 17 april, mengawasi dengan menjadi tenaga pengawas, sehingga terwujud pilpres yang adil dan jujur, tutur Umul.

“Ini kesempatan bagi aisyiyah,lanjutnya, untuk menjadikan kader-kadernya menjadi legislatif karena mereka paling tidak akan mengawal misi dakwah aisyiyah nantinya dalam perda yang sesuai ajaran islam”. Pungkasnya.

Saat ini ada 80 kader Aisyiyah yang maju menjadi calon legislatif di Jawa Tengah, mereka maju melalui berbagai partai politik, namun menurut Umul Baroroh, kebanyakan kadernya menjadi caleg melalui partai Anaman Nasional (PAN). Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan pemilu legislatif tahun 2014 yang berjumlah 50 kader aisyiyah sebagai caleg.(*)