400 Guru PAUD Pelajari Creative Learning di UMP

0
112

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Sedikitnya 400 Guru Pendidikan Usia Dini (PAUD) mengikuti Seminar Nasional Guru PAUD Aisyiyah se Banyumas Raya bertajuk Inovasi Bermain untuk Anak Kreatif nan Sholeh di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Puwokerto (UMP), Senin (25/12/2017)

Seminar yang digelar UMP bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyumas itu menampilkan dua orang pembicara. Mereka adalah  Prof. Dr. Eng. Imam Robandi (Kreatifitas Guru Paud) dan Elvandari Pubianti (Funny Learning).

Dalam pemaparannya Elvandari Pubianti menyebutkan, anak usia dini adalah anak-anak dalam rentang usia 0-6 tahun. Anak dalam rentang usia ini merupakan golden age atau usia emas. Karena itu anak-anak harus menerima pendidikan yang berkualitas.  Dan untuk itu diperlukan guru yang berkualitas pula.

“Materi seputar funny learning dan bagaimana suatu pembelajaran diera seperti ini dibuat lebih menyenangkan, tidak hanya sekedar teoritis tapi juga terapkan banyak praktis. Sehingga siswa lebih merasa fun dan tidak mudah bosan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan metode pembelajaran di mana seorang guru dapat menciptakan suasana hangat dan menyenangkan dalam pembelajaran. Karena dengan suasana yang hangat dan menyenangkan, apapun yang diajarkan akan mudah diterima dengan senang hati. “Ketika sesuatu itu mudah diterima maka anak akan mudah melakukan suatu perubahan. Dan suatu rumus canggih dari kami ialah kelas yang menyenangkan adalah kelas yang dikelola oleh guru yang menyenangkan,” ungkapnya.

Sementara, Prof. Dr. Eng Imam Robandi sebagai Keynote speaker mengungkapkan Creative Learning guru paud kepada siswa didik. Ia menuturkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari guru yang kenal inovasi dan motivasi dalam  mendidik siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. “Caranya, kita bisa bernyanyi dengan tebak – tebakan atau hal lain untuk belajar. Memahami materi dengan ringan, yang beda tapi tidak membosankan,” jelas Imam.

Ia menambahkan, ketika guru paud melaksanakan pembelajaran kreatif , tidak dengan tiba tiba, melainkan harus diteliti, observasi dan mencari metode yang sesuai dengan lingkungan. “Mulai hari ini, bukalah literatur, lakukan yang terbaik untuk siswa didik dan pahami bahwa seluruh peserta didik itu berpotensi, sebagai tenaga pendidik, kita lah yang diberi tugas untuk menggali suatu potensi tersebut,” tambahnya.

Diakhir ia menegaskan kesimpulan 5 pilar kesuksesan guru. “Mendidik, mengajar, melatih, mengevaluasi, dan membimbing,” tutupnya. (han/tgr)

TINGGALKAN KOMENTAR